Senin, 02 Mei 2016

Makalah Kaum Khawarij


1. Makalah Kaum Khawarij



BAB I : PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam sejarah perkembangan agama islam, terdapat beberapa aliran-aliran teologi yang terbentuk setelah Rasulullah Saw wafat, aliran-aliran tersebut terbentuk karena perbedaan pandangan atau pemikiran mengenai pemahaman agama dan system kekhalifahan.
Salah satu aliran yang muncul pada saat itu ialah kaum khawarij, kaum ini sebelumnya merupakan pendukung Ali bin Abu Tholib, tetapi mereka memisahkan diri dari Ali bin Abi Tholib  karena mereka beranggapan keputusan Ali menerima tahkim adalah kesalahan
Sejak saat itu kelompok Ali bin Abi Tholib pecah menjadi dua kelompok, yaitu: kelompok Ali bin Abi Tholib yang tetap setia padanya dan golongan yeng memisahkan diri dari kolompok Ali bin Abi Tholib maupun Kelompok Bani Umayah, bahkan kelompok ini menganggap dua kelompok selain dari mereka adalah kafir yang halal darah serta hartanya, mereka ialah kaum yang menamakan diri sebagai khawarij.

B. RUMUSAN MASALAH
       Dalam makalah ini kami berusaha mengungkap tentang penegrtian khawari,  sejarah terbentuknya kaum khawarij, tokoh-tokoh yang berperan didalam pembentukanya, teologi atau pemikiran-pemikiran yang menjadi landasannya.



BAB II: PEMBAHASAN MASALAH

A. PENGERTIAN KHAWARIJ
       Secara etimologi kata khawarij berasal dari bahasa arab, yaitu kharaja yang berarti keluar, muncul,timbul, atau memberontak. Dalam arti terminologi kata khawarij yaitu suatau kelompok atau aliran pengikut Ali bin Abi Thollib yang keluar keluar meninggalkan barisannya karena ketidak sepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima takhim dalam perang siffin  pada tahun 37 H
          Khawarij adalah kelompok yang muncul pada waktu Perang Shiffin ketika Ali dan Muawiyah menyetujui penunjukan dua orang hakim penengah guna menyelesaikan pertikaian diantara keduanya. Sebenarnya sampai saat itu mereka adalah para pendukung Ali namun kemudian secara tiba-tiba mereka berbalik ketika berlangsungnya tahkim, dan berkata kepada kedua kelompok tersebut,”Kalian semuanya telah menjadi kafir dengan memperhakimkan manusia sebagai ganti memperhakimkan Allah diantara kalian.”
 Beberapa waktu kemudian mereka makin menjadi orang-orang yang sangat ekstrim dalam pendapat-pendapat mereka dan sangat jauh melewati batas. Dan karena watak mereka itu lebih cenderung kepada kekerasan, maka mereka menyerukan memerangi setiap orang yang berlawanan dengan mereka dan melakukan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintahan yang zhalim (tidak sah). Oleh sebab itu, untuk waktu yang lama sekali mereka telah membangkitkan keonaran dimana-mana dan lebih cenderung membunuh dan menumpahkan darah sampai saat mereka dapat dimusnahkan di zaman kekuasaan Bani Abbas.[1

B. SEJARAH KHAWARIJ
1. pertumbuhan kaum khawarij
               Khawarij muncul setelah perang Perang An Nahrawan penduduk Iraq kembali kenegrinya dengan membawa perpecahan diantara meraka karena berdeba pandangan mengenai keputusan Ali bin Abu Thalib menerima tahkim yang dilakukan oleh pendukung Ali dan pendukung muawiyah, sejak itu kelompok Ali pecah menjadi dua kelompok sehingga  umat islam saat muawiyah menjadi khalifah terbagi mrnjadi  tiga kelompok:
a.       Kelompok Bani Umayah yang teridri dari penduduk Syam dan wilayah islam yang lain, terutama mesir. Mereka berpendapat bahwa jabatan khalifah harus berada ditangan kaum Quraisy; dan bani umayah yang dianggap paling berhak.
b.      Kelompok Ali bin Abu Tholib. Mereka adalah penduduk Iraq dan sedikit dari penduduk mesir. Kelompok ini berpendapat bahwa jabatan khalifah harus berada di tangan kaum Quraisy, hanya saja Ali bersama para putranya adalah orang-orang yang paling berhak diantara kaum muslimin untuk jabatan tersebut.
c.       Kaum Khawarij, mereka adalah musuh dua kelompok diatas yang dianggap halal darahnya dan dianggap orang-orang yang telah keluar dari Islam. mereka berpendapat bahwa jabatan khalifah adalah hak setiap muslim selama ia layak dan cakap untuk memegang jabtan tersebut, tanpa ada perbedaan antara kaum Quraisy dan non Quraisy.[2]
Sejak kelompok Ali berpecah menjadi dua kelompok, kelompok khawarij bersama dua belas ribu pasukan menetap di sebuah  kampung yang bernama haura’ kemudian mereka membai’at berdasarkan konsep lillahi Azza Wajalla dan atas  dasar konsep al amr bil ma’ruf wannahy anil munkar. Maka jelaslah bahwa kau khawarij adalah orang-orang yang telah keluar dan memisahkan diri dari barisan Ali serta menjadi penentangnya, padahal mereka sebelumya menjadi kelompok pembela Ali.
              Atas sikap yang diambil oleh kaum khawarij Ali berusaha mengajak mereka untuk kembali bergabung dengan kelompok yang semula untuk itu ali mengutus Abdullah bin Al Abbas untuk menemui mereka  untuk berdiskusi kepada mereka, banyak diantara mereka yang bersedia kembali kedalam barisan Ali namun sebagian lagi tidak bersedia untuk bergabung kembali dalam barisan Ali. Mendengar kabar tersebut Ali berusaha memerangi khawarij, setelah Ali berhasil mengalahkan orang-orang khawarij, ia kembali ke koufah untuk menyeru orang–orang untuk memrangi kaum Syam, namun mereka meminta jeda istirahat dengan syarat mereka tidak kembali kepada keluarga masing-masing kecuali sesudah mereka kembali dari Syam.tetapi mereka pergi ke koufah secara diam-diam sehingga markas mereka kosong.
2. Kaum khawarij pada masa Muawiyah
               Pada masa khalifahUmayah, kaum khawarij adalah kaum yang paling berbahaya. Mereka sangat sulit untuk dikembalikan agar bergabung dengan jama’ah kaum muslimin. Hal ini karena mereka berpendapat bahwa kaum muslimin selain mereka adalah orang-orang yang telah kafir dan darah serta harta mereka halal, dengan demikian tidak ada alternative lain bagi Muawiyah kecuali harus menghadapi dengan jalan keras agar ia selamat dari bahaya yang ditimbulkan oleh mereka.
               Ketika Muawiyah berhasil meraih kursi kehalifahan pada tahun 41 H kaum khawarij kembali memerangi dibawah pimpinan Farwah bin Naifal Al Asyja’I yang telah mendurhaka kepada Ali dan Al Hasan bersam 500 kaum khawarij di Syah Zur[3] sampai akhirnya kaum khawarij dapat dikalahkan, tetapi semangat mereka tidak dapat dipadamkan sampai muncul kelompok lain dari kaum khawarij dibawah pimpinan Hayyan bin Dhabyan As Silmi. Kelompok ini  memerangi Al mughirah bin Syu’bah pada bulan Sya’ban tahun 43 H.[4] tetapi kaum khawarij kalah dengan tertangkap dan dijebloskannya pimpinan mereka yaitu Hayyan bin Dhabyan dan Mu’adz bin Juwain Ath Thai. Tindakan Al mughirah telah membuat para pengikut Hayyan terpojok sehingga mereka segera meniggalkan koufah dan bertebaran diberbagai wilayah pemerintahan Islam.


3. Kaum khawarij pada masa Abdul Malik
                   Pada masa Abdul Malik kaum khawarij bergabung dengan Abdullah bin Az Zubair, keberpihakan dan penggabungan kaum khawarij kepada Abdullah bin Az Zubair telah jadikan sebagai kesempatan untuk meraih apa yang telah menjadi cita-citanya yaitu memerangi kaum syam sampai Yazid meninggal dunia,
             pemberontakan yang dilakukan kaum khawarij terus berlanjut sampai pada kepemimpinam Al Hajjaj di koufah, melihat penduduk Koufah dan penduduk Iraq bermalas-malasan memerangi kaum khawarij, Ia meminta  kepada Abdul Malik agar memberi bantuan tentara dari penduduk Syam untuk berperang melawan kaum khawarij, dengan tambahan bantuan enam ribu tentara pasukan al Hajjaj dapan memukul mundur pasukan khawarij dan memaksa meraka menyebrangi jembatan yang terbentang di sungai Tigris, ketika Syabib (pemimpin pasukan khawarij) melintasi jembatan, kuda yang ia tunggangi terpeleset dan terjatuh kesungai tigris dan iapun meninggal karena tenggelam di sungai Tigris. Kemudian penduduk syam menyerang para sahabat-sahabatnya dan membunuh mereka dengan demikian Al Hajjaj dapat beristirahat dari bahaya kaum khawarij[5]
              
4. kaum khawarij di penghujang daulah Amawiyah Abu Hamzah Al Kharij
               Pada masa ini bani umayah mengalami perpecahan akibat kepentingan pribadi dari tiap masing-masing petinggi bani umayah, bahkan ada tokoh bani umayah yang sampai memisahkan diri bergabung dengan kaum khawarij yaitu Adh Dhahhak Bin Qais Asy Sya’bani Al Khariji.[6]
               Kesempatan ini menjadikan kaum khawarij meniliki kekuatan yang besar sehingga pada masa itu kaum khawarij menjadi bahaya yang sangat besar badi Daulah Amawiyah. pada tahun 127 H,[7]  kaum khawarij bersama sekutunya menyerang khafah dengan kekuatannya yang besar khawarij dapat mengalahkan Daulah Amawiyah di kota Kaufah. Dengan begitu kekuatan bani umayah berangsur-angsur melemah. melihat situasi ini Marwan mengutus putranya yang bernama Abdullah untuk membunuh pemimpin khawarij yaitu Adh Dhahhak.
               Sepeninggal Adh Dhahhak kaum khawarij tidak menjadi lemah, akan tetapi mereka tetap bersemangat mempertahankan keyakinan mereka dengan mengangkatnya pemimpin baru yaitu Abu Hamzah Al Khariji.
               Tercatat kaum khawarij melakukan pemberontakan pada saat di pimpin oleh Hamzah, namun meraka gagal dalam mewujudkan cita-citanya. kegagalan mereka berdampak pada pemberontakn-pemberontakan dan tindakan kerusakan di muka bumi dalam jangka waktu yang lama.

C. KHAWARIJ DAN POKOK DOKTRIN-DOKTRINYA
          Di antara doktrin-doktrin pokok khawarij adalah sebagai berikut.
a. Khalifah atau imam harus di pilih secara bebas oleh seluruh umat islam.
b. khalifah tidak harus berasal dari keturunana arab. Dengan demikian setiap orang                                                    muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat.
c. khalifah dipilih secara permanen selam yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam. ia harus dijatuhkan bahkan dibunuh kalau melakukan kezaliman[8]
d. Khalifah sebelum Ali ( Abu Bakar, Umar, dan Utsman ) adalah sah, tetapi setelah tahun ketujuh dari masa kekhalifahannya, Utsman r.a dianggap telah menyeleweng.
e. Khalifah Ali adalah sah tetapi setelah arbitrase ( tahkim ). Ia dianggap telah menyeleweng.
f. Muawiyah dan Amr bin Al-Ash serta Abu Musa Al-asy’ari juga dianggap meyeleweng dan telah menjadi kafir.
g. Pasukan perang jamal yang melawan ali juga kafir.
h. Seseorang yang berdosa besar tidak lagi disebut muslim sehingga harus dibunuh. Yang sangat anarkis ( kacau ) lagi, mereka mengaggap bahwa seorang muslim dapat menjadi kafir apabila ia tidak mau membunuh muslim lain yang telah dianggap kafir dengan resiko ia menaggung beban harus dilenyapkan pula.
i. Setiap muslim harus berhijrah dan bergabung dengan golongan mereka. Bila tidak mau bergabung, ia wajib diperangi karena hidup  dalam dar al-harb( Negara musuh), sedang golongan mereka sendiri dianggap berada dalam dar al-islam(Negara Islam)
j. seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng
k. adanya wa’ad dan wa’id ( orang yang baik harus masuk surga, sedangkan orang yang jahat harus masuk  kedalam neraka)
l. Amal ma’ruf nahi munkar
m. memalingkan Ayat-ayat Al-Qur’an yang tampak mutasabihats atau samar
n. Al-Qur’an adalah makhluk
o. manusia bebas memutuskan perbuatannya bukan dari tuhan..[9]

D. TOKOH-TOKOH KAUM KHAWARIJ
1.      Urwah bin Hudair
2.      Mustarit bin sa’ad
3.      Hausarah Al Assadi
4.      Quraib bin Maru’ah
5.      Nafi’ bin Al Azroq
6.      Abdullah Bin Basyir[10

BAB III: PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.      Kaum Khawarij lahir dari kekisruhan politik yang terjadi setelah mangkatnya khalifah Ustman bin Affan, yaitu terjadi perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah dalam perang shiffin.
2.      Berdirinya kelompok khawarij berdampak pada perbedaan perbedaan politik dan permasalahan teologis yang memiliki perbedaan yang tidak mungkin untuk disatukan.
3.      Pemikiran-pemikiran khawarij merupakan doktrin-doktrin yang bersifat ekstrim yang berkaitan dengan persoalan-persoalan Seperti tentang kekhalifahan, fatwa kafir, dosa serta iman dan ibadah.

DAFTAR PUSTAKA

 Anwar Rosihon & A. Rozak,Ilmu Kalam,Pustaka Setia,bandung,2003
Hasan Ibrahim.H,Sejarah Kebudayaan Islam,Kalam Mulia,Jakarta,2003
Harun nasution,teologi islam.,: AliranSejarah Analisa perbandingan.UI.Press.cet.1.1985
http//id.m.wikipedia.org/wiki/khawarij,dilihap pada tanggal 08-09-14,jam 12.21


[1] Rosihon Anwar & abdul Rozak,Ilmu kalam, Bandung:Pustaka Setia,2003, hal.49
[2] Dr.Hasan Ibrahim Hasan,sejarah dan kebudayaan islam,:Jakarta:Kalam mulia,2003, hal.183-184
[3] Sebuah wilayah yang sangat luas dinegeri yang terletak diantar Ardanil dan Hamadzan. Penduduknya terdiri dari orang-orang kurdi yang terkenal sebagai orang-orang gagah perkasa.
[4] Ath Thabari,jilid 6, hal.100
[5] Dr Hasan Ibrahim Hasan, terjemahan kitab As siyadah Al ‘rabiyyah, hal.96
[6] Dr.Hasan Ibrahim Hasan,sejarah kebudayaan islam.2003 (Jakarta:Kalam Mulia) hal.203
[7] Ibnu Al Atsir,Jilid 5,hal.141
[8] Harun nasution,teologi islam.,: AliranSejarah Analisa perbandingan.UI.Press.cet.1.1985.hal12
[9] Drs.Rosihon Anwar,M.Ag  dkk,Ilmu Kalam,cet.2.Bandung:pustaka setia, ,Hal:51
[10] http//id.m.wikipedia.org/wiki/khawarij,dilihap pada tanggal 08-09-14,jam 12.21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar