FINISHING
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
WEBBLOG
Makalah
ini disusun guna memenuhi tugas:
Mata
Kuliah : Teknologi Pendidikan
Dosen
Pengampu : Turno, M.Pd
Disusun
Oleh:
Sifty
Nadiyatul Muna (2023114039)
M.Aliyul
Mas’udi (2023114101)
Nur
Rokhmah (2023115
Kelas C
PRODI
PGMI JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Internet pada
masa sekarang merupakan salah satu kebutuhan vital bagi banyak orang. Terutama
bagi mahasiswa atau siswa sekolah yang sudah dilengkapi oleh fasilitas yang
sudah modern dan sudah maju. Internet mampu menyatukan kita dengan ilmu-ilmu
yang biasanya hanya ada di buku mata pelajaran yang sekarang bisa kita cari
dengan hanya klik-klik di internet.
Sejalan dengan
pertumbuhan dan perkembangan internet pada masa sekarang. Ada situs atau
aplikasi yang sudah dikenal oleh banyak orang, yaitu blog. Blog adalah sebuah
aplikasi yang bisa digunakan oleh beberapa orang unuk memposting sesuatu dalam
jumlah kata yang tak terbatas. Jadi blog merupakan salah satu aplikasi yang
cukup bisa membantu mahasiswa dalam memposting tugas kuliah yang beberapa dosen
mengharuskan dipoting melalui blog.
Mereka dapat
menggunakan blog dalam membantu seseorang menemukan informasi melalui internet
perantara blog. Kitapun juga bisa mengetahui beberapa informasi yang tidak kita
ketahui melalui blog orang lain. Tetapi bukan untuk copy paste yang marak
dilakukan beberapa orang melainkan hanya untuk bertukar informasi yang ada
B. Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian dari media pembelajaran webblog ?
2.
Bagaimana
konsep pembelajaran web ?
3.
Bagaimana
peran blog sebagai media pembelajaran ?
4.
Bagaimana
cara memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran WebBlog
1.
Pengertian
finishing media pembelajaran
Kata finishing berasal dari bahasa
Inggris yang berarti terakhir (penyelesaian akhir terhadap sesuatu), Kata media
berasal dari bahasa Latin, yaitu medius yang secara harfiah bererti
tengah, perantara, atau pengantar. Selain itu kata media juga berasal dari
bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, dan secara
harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber
pesan dengan penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media
apabila dipahami secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses
belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau
elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual
atau verbal.
Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar yang
mengandung materi instruksional di lingkungan siswa, yang dapat merangsang
siswa untuk belajar. Adapun media pembelajaran adalah media yang membawa
pesan-pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung
maksud-maksud pengajaran.[1]
2.
Pengertian
blog
Blog secara bahasa kependekan dari web blog, sedangkan web
blog kependekan dari logging the web yang berarti simpulan link-link
yang menarik. Web blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai
tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu
baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet
sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media blog
pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum
akhirnya Pyra Labs diakui oleh google.com pada akhir tahun 2002 yang lalu.
Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka
yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan
harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan
program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh
oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis.
Banyak juga web blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para
pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar atas isi dari
tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang sebaliknya atau yang
bersifat non-interaktif.
Situs-situs web yang paling berkaitan berkat webblog, atau secara
total merupakan kumpulan webblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana
sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar
berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi
dalam blog sphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai
blog.[2]
B. Konsep pembelajaran berbasis web
Pembelajaran
berbasis web merupakan suatu kegitan pembelajaran yang memanfaatkan media situs
(website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran web
dikenal dengan web based learning yang merupakan salah satu jenis
penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning). E-learning pada
dasarnya adalah aplikasian kegiatan komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara
elektronik. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1.
Interaktivitas,
tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung maupun
tidal langsung. Seperti: chatting, messenger, mailing.
2.
Kemandirian,
fleksisbilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar.
Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih trpusat pada siswa.
3.
Aksesibilitas,
sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian
aumber belajar pada pembelajaran konvensional.
4.
Pengayaan,
kegiatan pembelajaran, presentasi materi dan materi pelatihan sebagai
pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi. Seperti:
vidoe streaming dan animasi.[3]
C. Mengedit Profil Blog
Profil digunakan
untuk mengidentifikasi pemilik blog agar setiap pengunjung mengetahui diri
pribadi seorang pemilik blog tersebut. Untuk mengeditnya, maka ikutilah langkah
pengaturan:
1.
Di dalam
halaman dashboard, pilihlah link Edit Profile.
2.
Di dalam
halaman Edit Profile User, beralihlah pada bagian Privasi lantas
Anda dapat memberi tanda centang pada kotak cek dari opsi-opsi yang ingin Anda
aktifkan.
3.
Setelah
itu lengkapi data-data seperti Alamat Email, Nama Tampilan, Nama Depan dan Nama
Belakang pada bagian identitas.
4.
Kemudian
di bagian Foto, masukkan foto dari
omputer atau menampilkan foto dari website lain. Kali ini kami
memasukkan foto dari komputer.
5.
Setelah
itu beralihlah pada bagian Umum, beri tanda opsi jenis kelamin, lalu
masukkan tanggal lahir, masukkan URL homepage, dan MI Username (ID Chat).
Sedangkan pada kotak kombo dibawahnya pilihlah layanan instant Massenger yang
Andagunakan dari Username IM tersebut.
6.
Masukkan
nama kota, wilayah/negara, dan nama negara pada bagian Lokasi.
7.
Tuliskan
pekerjaan Andapada bagian Kerja.
8.
Dibagian
Info Tambahan, Anda dapat memberikan data pada kotak teks Minat,
Mengenali saya, Film favorit, Musik Favorit. Dan Buku favorit
9.
Jika
semua data sudah terisi , maka selanjutya tekanlah tombol SIMPAN PROFIL.[4]
B. Menulis Deskripsi
Blog
Setelah membuat
blog, maka pada tampilannya terdapat sebuah judul, namun hal itu belum disertai
dengan uraian tentang blog yang anda buat. Untuk membuat deskripsi blog, maka
anda dapat masuk ke dalam halaman control panel, berikut penjelasannya:
1.
Masuklah
ke dalam halaman control panel, lantas pilihlah link Pengaturan.
2.
Masukkan
deskripsi mengenai blog anda di dalam kotak teks Uraian.
3.
Jika
sudah, tariklah scroll bar menuju ke bawah hingga terlihat sebuah tombol Simpan
Pengaturan. Lantas tekanlah tombol tersebut.
C. Mempublikasikan Posting
Sebuah blog
sebaiknya berisi materi-materi yang dapat bermanfaat bagi pemiliknya maupun
bagi para pengunjungnya. Namun artikel-artikel yang anda tuliskan tidak dapat
berarti apa-apa atau tidak dapat dibaca oleh siapapun jika anda tidak
mempublikasikannya. Silakan perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat
dan mempublikasikan posting:
1.
Masuklah
ke dalam halaman dasbor, lalu pilihlah tombol Posting Baru pada Control
Panel
2.
Setelah
masuk ke dalam halaman membuat posting, lalu tuliskan judul posting. Setelah
itu masukkan isi materi posting anda.
3.
Langkah
terakhir yaitu mempublikasikannya dengan menekan tombol Mempublikasikan
Posting.
D. Memasukkan Gambar pada Blog
Selain anda dapat
menuliskan isi materi blog, anda juga dapat menyisipkan gambar. Gambar dapat
anda masukkan dari dalam hard disk komputer, berikut caranya:
1.
Masuklah
ke dalam halaman Tata Letak, lantas pilihlah link Tambah Gadged
2.
Pada
jendela yang muncul kemudian, arahkan pointer mouse pada bagian Gambar,
lalu pilihlah ikon Plus yang ada di samping kanan.
3.
Selanjutnya
isikan data-data seperti Judul, Keterangan gambar, dan Hubungan. Jangan
lupa untuk memilih gambar di dalam komputer. Jika sudah, tekanlah tombol Simpan.[5]
E. Peran Blog Sebagai Media Pembelajaran
Blog merupakan
salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan dan gagasan seseorang
melalui tulisan. Berdasarkan kenyataan maraknya penggunaan Internet di kalangan
pelajar, blog dapat menjadi sebuah sarana yang dapat meningkatkan kemampuan
para siswa untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Melalui tulisannya
di blog, setiap siswa dapat mengembangkan hal-hal yang telah didapat dari
membaca atau mendengarkan penjelasan dari guru.
Dalam sebuah
blog terdapat fasilitas yang dapat memperlihatkan tulisan seseorang langsung di
internet dan dapat diakses oleh setiap pengguna internet. Hal ini memungkinkan
adanya komunikasi antar sesam siswa,guruataupun pengguna internet
lainnya.Tulisan dalam blog juga dapat lebih berkembang dengan adanya komentar-komentar
dari pengguna blog lainnya dan memungkinkan terjadinya diskusi secara online.
Peran guru
dalam membangun kultur pembelajaran melaui blog sangatlah penting. Motivasi
setiap siswa untuk menuangkan gagasannya melalui blog tidaklah terlepas dari
dukungan guru sebagai pengajar. Guru juga dapat mengarahkan diskusi dan
komentar-komentar tentang materi atau tulisan yang sudah dibuat oleh para
siswanya. Selain itu, guru juga bisa menyampaikan materi atau tugas melalui
blog sehingga memudahkan penyebaran informasi.
Blog memberikan
sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Melalui
blog, sumber-sumber materi yang relevan dapatdipublikasikan ke seluruh penjuru
sehingga bisa diakses oleh siapapun. Dengan demikian kesulitan siswa dalam
mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran
dapat diatasi.Oleh karena itu, blog merupakan salah satu media pembelajaran
yang strategis untuk meningkatkan proses pembelajaran yang aktif dan
interaktif.[6]
F. Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran
Ada beberapa
cara yang dapat digunakan para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai
media pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut:
1.
Menjadikan
blog guru sebagai pusat dan sumber pembelajaran
Guru membuat blog khusus yang dimanfaatkan untuk menuliskan materi
pembelajaran, ringkasan-ringkasan, bahan diskusi dan juga tugas-tugas yang
dibuat untuk siswa. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk saling berinteraksi
dalam blog tersebut. Guru maupun siswa dapat berinteraksi dan memberikan
tanggapannya dalam komentarnya di blog. Dengan demikian akan terjadi interaksi
yang hidup antara guru dan siswa. Suasana pembelajaran akan lebih hidup.
Cara ini akan memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswanya
melalui interaksi yang ada. Metode ini memiliki beberapa keuntungan,
diantaranya relatif mudah untuk dilakukan siswa karena para siswa tidak
disulitkan untuk membuat blog sendiri, namun hanya perlu belajar untuk
berdiskusi dan menyelesaikan tugas melalui blog gurunya. Kelebihan yang lain
adalah guru dapat memantau setiap aktifitas dan diskusi yang berlangsung
diblognya. Namun disini guru harus sesering mungkin membimbing siswa dalam
memanfaatkan blognya. Atau istilah lainnya harus sering-sering mempromosikan
blognya kepada siswa.
2.
Interaksi
blog guru dan blog siswa
Disamping guru harus memiliki blognya sendiri, guru juga harus
merangsang dan membimbing siswa untuk berusaha membuat blognya sendiri dan
kemudian mengurusnya. Guru dapat mengatur ini sebagai bahan bimbingan untuk
siswa dalam memanfaatkan blog untuk menyelesaikan tugas yang yang diberikan
yang pada akhirnya dipajang di blog para siswa. Keuntungan dari metode/cara ini
adalah terciptanya suasana kompetitif antar siswa untuk menjadikan blognya yang
terbaik dimata guru.
Disini guru dapat merangsang siswa untuk mengelola blognya dengan
baik dengan iming-iming penghargaan/apresiasi. Dapat berupa nilai ataupun
sesuatu yang bermanfaat dalam dunia nyata. Dengan cara ini maka dengan
sendirinya akan tercipta budaya membaca dan menulis dikalangan siswa. Ini
artinya siswa akan lebih banyak belajar.
3.
Membangun
komunitas blogger pembelajaran
Ketika para guru dan murid sudah memiliki blog masing-masing dan
telah terjadi interaksi antara keduanya, maka dapat ditidaklanjuti dengan membentuk
komunitas Blogger Pembelajaran untuk menguatkan interaksi yang sudah ada. Dalam
hal ini dapat terjadi tukar pendapat dan sharing antar anggota blogger untuk
menunjang proses pembelajaran yang ada. Mungkin bisa dengan berbagi tips,
kiat-kiat dan motivasi dan lain sebagainya. Disini guru berperan sebagai
motivator agar para siswa senantiasa dapat memanfaatkan media komunitas ini
semaksimal mungkin dengan mengambil manfaatnya.
Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran
berupa blog dapat menjadi alternatif yang dapat dipilih para guru dan siswa
dalam menunjang proses pembelajaran agar menjadi lebih hidup dan lebih asyik.
Belajar akan menjadi lebih menyenangkan.[7]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Hamdani, 2011, Strategi
Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia
J.com, 2009, Jago internet dari nol hingga Mahir,
Yogyakarta : Percetakan Galangpress
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), 2011, Teknologi
Informasi & Komunikasi SMA/MA, Kabupaten Batang,
Rusman, Kurniawan Deni dan Cepi Riyana, 2013, Pembelajaran
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada
Mufa Media, http://mufamedia.blogspot.co.id/2015/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html?m=1, diakses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.25 WIB
Okta, https://dowaen.wordpress.com/blog-sebagai-media-belajar-by-okta/,
di akses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.19 WIB
[1] Hamdani, Strategi
Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm.243
[2] Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP), Teknologi Informasi & Komunikasi SMA/MA,
2011, Kabupaten Batang, hlm. 35.
[3] Rusman, Deni
Kurniawan dan Cepi Riyana, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan
Komunikasi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), hlm. 264
[4] J.com, Jago
internet dari nol hingga Mahir, Yogyakarta : Percetakan Galangpress, 2009,
hal.136-140
[5] Ibid,
hlm.140-144
[6]
Okta, https://dowaen.wordpress.com/blog-sebagai-media-belajar-by-okta/, di akses pada
tanggal 18 November 2016, pukul 17.19 WIB
[7]Mufa
Media, http://mufamedia.blogspot.co.id/2015/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html?m=1,
diakses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.25 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar