Sabtu, 26 November 2016

Media Pembelajaran Blog



FINISHING MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
WEBBLOG

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas:
Mata Kuliah                : Teknologi Pendidikan
Dosen Pengampu        : Turno, M.Pd
 
Disusun Oleh:
Sifty Nadiyatul Muna             (2023114039) 
M.Aliyul Mas’udi       (2023114101)
Nur Rokhmah             (2023115
Kelas C

PRODI PGMI JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Internet pada masa sekarang merupakan salah satu kebutuhan vital bagi banyak orang. Terutama bagi mahasiswa atau siswa sekolah yang sudah dilengkapi oleh fasilitas yang sudah modern dan sudah maju. Internet mampu menyatukan kita dengan ilmu-ilmu yang biasanya hanya ada di buku mata pelajaran yang sekarang bisa kita cari dengan hanya klik-klik di internet.
Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan internet pada masa sekarang. Ada situs atau aplikasi yang sudah dikenal oleh banyak orang, yaitu blog. Blog adalah sebuah aplikasi yang bisa digunakan oleh beberapa orang unuk memposting sesuatu dalam jumlah kata yang tak terbatas. Jadi blog merupakan salah satu aplikasi yang cukup bisa membantu mahasiswa dalam memposting tugas kuliah yang beberapa dosen mengharuskan dipoting melalui blog.
Mereka dapat menggunakan blog dalam membantu seseorang menemukan informasi melalui internet perantara blog. Kitapun juga bisa mengetahui beberapa informasi yang tidak kita ketahui melalui blog orang lain. Tetapi bukan untuk copy paste yang marak dilakukan beberapa orang melainkan hanya untuk bertukar informasi yang ada
B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari media pembelajaran webblog ?
2.      Bagaimana konsep pembelajaran web ?
3.      Bagaimana peran blog sebagai media pembelajaran ?
4.      Bagaimana cara memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran WebBlog
1.      Pengertian finishing media pembelajaran
Kata finishing berasal dari bahasa Inggris yang berarti terakhir (penyelesaian akhir terhadap sesuatu), Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu medius yang secara harfiah bererti tengah, perantara, atau pengantar. Selain itu kata media juga berasal dari bahasa Latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium, dan secara harfiah berarti perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi agar siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
            Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa, yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Adapun media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran.[1]
2.      Pengertian blog
Blog secara bahasa kependekan dari web blog, sedangkan web blog kependekan dari logging the web yang berarti simpulan link-link yang menarik. Web blog adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya Pyra Labs diakui oleh google.com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga web blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.
Situs-situs web yang paling berkaitan berkat webblog, atau secara total merupakan kumpulan webblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blog sphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.[2]
B. Konsep pembelajaran berbasis web
Pembelajaran berbasis web merupakan suatu kegitan pembelajaran yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran web dikenal dengan web based learning yang merupakan salah satu jenis penerapan dari pembelajaran elektronik (e-learning). E-learning pada dasarnya adalah aplikasian kegiatan komunikasi, pendidikan dan pelatihan secara elektronik. E-learning memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1.    Interaktivitas, tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung maupun tidal langsung. Seperti: chatting, messenger, mailing.
2.    Kemandirian, fleksisbilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih trpusat pada siswa.
3.    Aksesibilitas, sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah diakses melalui pendistribusian aumber belajar pada pembelajaran konvensional.
4.    Pengayaan, kegiatan pembelajaran, presentasi materi dan materi pelatihan sebagai pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi. Seperti: vidoe streaming dan animasi.[3]
C. Mengedit Profil Blog
Profil digunakan untuk mengidentifikasi pemilik blog agar setiap pengunjung mengetahui diri pribadi seorang pemilik blog tersebut. Untuk mengeditnya, maka ikutilah langkah pengaturan:
1.      Di dalam halaman dashboard, pilihlah link Edit Profile.
2.      Di dalam halaman Edit Profile User, beralihlah pada bagian Privasi lantas Anda dapat memberi tanda centang pada kotak cek dari opsi-opsi yang ingin Anda aktifkan.
3.      Setelah itu lengkapi data-data seperti Alamat Email, Nama Tampilan, Nama Depan dan Nama Belakang pada bagian identitas.
4.      Kemudian di bagian Foto, masukkan foto dari  omputer atau menampilkan foto dari website lain. Kali ini kami memasukkan foto dari komputer.
5.      Setelah itu beralihlah pada bagian Umum, beri tanda opsi jenis kelamin, lalu masukkan tanggal lahir, masukkan URL homepage, dan MI Username (ID Chat). Sedangkan pada kotak kombo dibawahnya pilihlah layanan instant Massenger yang Andagunakan dari Username IM tersebut.
6.      Masukkan nama kota, wilayah/negara, dan nama negara pada bagian Lokasi.
7.      Tuliskan pekerjaan Andapada bagian Kerja.
8.      Dibagian Info Tambahan, Anda dapat memberikan data pada kotak teks Minat, Mengenali saya, Film favorit, Musik Favorit. Dan Buku favorit
9.      Jika semua data sudah terisi , maka selanjutya tekanlah tombol SIMPAN PROFIL.[4]
B. Menulis Deskripsi Blog
Setelah membuat blog, maka pada tampilannya terdapat sebuah judul, namun hal itu belum disertai dengan uraian tentang blog yang anda buat. Untuk membuat deskripsi blog, maka anda dapat masuk ke dalam halaman control panel, berikut penjelasannya:
1.      Masuklah ke dalam halaman control panel, lantas pilihlah link Pengaturan.
2.      Masukkan deskripsi mengenai blog anda di dalam kotak teks Uraian.
3.      Jika sudah, tariklah scroll bar menuju ke bawah hingga terlihat sebuah tombol Simpan Pengaturan. Lantas tekanlah tombol tersebut.
C. Mempublikasikan Posting
Sebuah blog sebaiknya berisi materi-materi yang dapat bermanfaat bagi pemiliknya maupun bagi para pengunjungnya. Namun artikel-artikel yang anda tuliskan tidak dapat berarti apa-apa atau tidak dapat dibaca oleh siapapun jika anda tidak mempublikasikannya. Silakan perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat dan mempublikasikan posting:
1.      Masuklah ke dalam halaman dasbor, lalu pilihlah tombol Posting Baru pada Control Panel
2.      Setelah masuk ke dalam halaman membuat posting, lalu tuliskan judul posting. Setelah itu masukkan isi materi posting anda.
3.      Langkah terakhir yaitu mempublikasikannya dengan menekan tombol Mempublikasikan Posting.
D. Memasukkan Gambar pada Blog
       Selain anda dapat menuliskan isi materi blog, anda juga dapat menyisipkan gambar. Gambar dapat anda masukkan dari dalam hard disk komputer, berikut caranya:
1.      Masuklah ke dalam halaman Tata Letak, lantas pilihlah link Tambah Gadged
2.      Pada jendela yang muncul kemudian, arahkan pointer mouse pada bagian Gambar, lalu pilihlah ikon Plus yang ada di samping kanan.
3.      Selanjutnya isikan data-data seperti Judul, Keterangan gambar, dan Hubungan. Jangan lupa untuk memilih gambar di dalam komputer. Jika sudah, tekanlah tombol Simpan.[5]
E. Peran Blog Sebagai Media Pembelajaran
Blog merupakan salah satu media yang dapat mengembangkan kemampuan dan gagasan seseorang melalui tulisan. Berdasarkan kenyataan maraknya penggunaan Internet di kalangan pelajar, blog dapat menjadi sebuah sarana yang dapat meningkatkan kemampuan para siswa untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah. Melalui tulisannya di blog, setiap siswa dapat mengembangkan hal-hal yang telah didapat dari membaca atau mendengarkan penjelasan dari guru.
Dalam sebuah blog terdapat fasilitas yang dapat memperlihatkan tulisan seseorang langsung di internet dan dapat diakses oleh setiap pengguna internet. Hal ini memungkinkan adanya komunikasi antar sesam siswa,guruataupun pengguna internet lainnya.Tulisan dalam blog juga dapat lebih berkembang dengan adanya komentar-komentar dari pengguna blog lainnya dan memungkinkan terjadinya diskusi secara online.
Peran guru dalam membangun kultur pembelajaran melaui blog sangatlah penting. Motivasi setiap siswa untuk menuangkan gagasannya melalui blog tidaklah terlepas dari dukungan guru sebagai pengajar. Guru juga dapat mengarahkan diskusi dan komentar-komentar tentang materi atau tulisan yang sudah dibuat oleh para siswanya. Selain itu, guru juga bisa menyampaikan materi atau tugas melalui blog sehingga memudahkan penyebaran informasi.
Blog memberikan sebuah peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Melalui blog, sumber-sumber materi yang relevan dapatdipublikasikan ke seluruh penjuru sehingga bisa diakses oleh siapapun. Dengan demikian kesulitan siswa dalam mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dapat diatasi.Oleh karena itu, blog merupakan salah satu media pembelajaran yang strategis untuk meningkatkan proses pembelajaran yang aktif dan interaktif.[6]
F. Cara Memanfaatkan Blog sebagai Media Pembelajaran
Ada beberapa cara yang dapat digunakan para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut:
1.      Menjadikan blog guru sebagai pusat dan sumber pembelajaran
Guru membuat blog khusus yang dimanfaatkan untuk menuliskan materi pembelajaran, ringkasan-ringkasan, bahan diskusi dan juga tugas-tugas yang dibuat untuk siswa. Kemudian guru mengarahkan siswa untuk saling berinteraksi dalam blog tersebut. Guru maupun siswa dapat berinteraksi dan memberikan tanggapannya dalam komentarnya di blog. Dengan demikian akan terjadi interaksi yang hidup antara guru dan siswa. Suasana pembelajaran akan lebih hidup.
Cara ini akan memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswanya melalui interaksi yang ada. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya relatif mudah untuk dilakukan siswa karena para siswa tidak disulitkan untuk membuat blog sendiri, namun hanya perlu belajar untuk berdiskusi dan menyelesaikan tugas melalui blog gurunya. Kelebihan yang lain adalah guru dapat memantau setiap aktifitas dan diskusi yang berlangsung diblognya. Namun disini guru harus sesering mungkin membimbing siswa dalam memanfaatkan blognya. Atau istilah lainnya harus sering-sering mempromosikan blognya kepada siswa.
2.      Interaksi blog guru dan blog siswa
Disamping guru harus memiliki blognya sendiri, guru juga harus merangsang dan membimbing siswa untuk berusaha membuat blognya sendiri dan kemudian mengurusnya. Guru dapat mengatur ini sebagai bahan bimbingan untuk siswa dalam memanfaatkan blog untuk menyelesaikan tugas yang yang diberikan yang pada akhirnya dipajang di blog para siswa. Keuntungan dari metode/cara ini adalah terciptanya suasana kompetitif antar siswa untuk menjadikan blognya yang terbaik dimata guru.
Disini guru dapat merangsang siswa untuk mengelola blognya dengan baik dengan iming-iming penghargaan/apresiasi. Dapat berupa nilai ataupun sesuatu yang bermanfaat dalam dunia nyata. Dengan cara ini maka dengan sendirinya akan tercipta budaya membaca dan menulis dikalangan siswa. Ini artinya siswa akan lebih banyak belajar.
3.      Membangun komunitas blogger pembelajaran
Ketika para guru dan murid sudah memiliki blog masing-masing dan telah terjadi interaksi antara keduanya, maka dapat ditidaklanjuti dengan membentuk komunitas Blogger Pembelajaran untuk menguatkan interaksi yang sudah ada. Dalam hal ini dapat terjadi tukar pendapat dan sharing antar anggota blogger untuk menunjang proses pembelajaran yang ada. Mungkin bisa dengan berbagi tips, kiat-kiat dan motivasi dan lain sebagainya. Disini guru berperan sebagai motivator agar para siswa senantiasa dapat memanfaatkan media komunitas ini semaksimal mungkin dengan mengambil manfaatnya.
Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berupa blog dapat menjadi alternatif yang dapat dipilih para guru dan siswa dalam menunjang proses pembelajaran agar menjadi lebih hidup dan lebih asyik. Belajar akan menjadi lebih menyenangkan.[7]



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan


DAFTAR PUSTAKA

Hamdani, 2011, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: Pustaka Setia
J.com, 2009, Jago internet dari nol hingga Mahir, Yogyakarta : Percetakan Galangpress
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), 2011, Teknologi Informasi & Komunikasi SMA/MA, Kabupaten Batang,
Rusman, Kurniawan Deni dan Cepi Riyana, 2013, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Mufa Media, http://mufamedia.blogspot.co.id/2015/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html?m=1, diakses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.25 WIB
Okta, https://dowaen.wordpress.com/blog-sebagai-media-belajar-by-okta/, di akses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.19 WIB



[1] Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm.243
[2] Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Teknologi Informasi & Komunikasi SMA/MA, 2011, Kabupaten Batang, hlm. 35.
[3] Rusman, Deni Kurniawan dan Cepi Riyana, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013), hlm. 264
[4] J.com, Jago internet dari nol hingga Mahir, Yogyakarta : Percetakan Galangpress, 2009, hal.136-140
[5] Ibid, hlm.140-144
[6] Okta, https://dowaen.wordpress.com/blog-sebagai-media-belajar-by-okta/, di akses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.19 WIB
[7]Mufa Media, http://mufamedia.blogspot.co.id/2015/12/blog-sebagai-media-pembelajaran.html?m=1, diakses pada tanggal 18 November 2016, pukul 17.25 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar